Kamis, 14 Februari 2008

Antara Merak dan Bakaheuni

Indah banget perjalan gue dari merak sampe bakaheuni. Jam 2 malem, di geladak kapal bersama beberapa puluh orang lain yang juga lagi nikmatin laut, ada juga satu pasangan yang lagi gerepe'-gerepe' di salah satu bangku yang bahkan letaknya gak dipojok...(hmm...Indonesia makin cuek yak...). Tapi yang indah bukan pemandangan dua sejoli yang lagi dimabuk birahi ini...hehehe...
Yang indah adalah -bayangin yah - kita ngegelar bedcover, terus kita bertiga (bapong - rava n gue) tiduran telentang ngeliatin langit warna pink yang lagi gak ditaburin bintang....still, it was beautiful....abis bosen telentang, kita bertiga tengkurep sambil bertopang dagu terus ngeliatin kapal2 lagi pada racing...hehehe...kurang indah apa tuh!!!

Selasa, 12 Februari 2008

Beautiful West Sumatra....

God must be in a good mood and smiling when creating West Sumatra.....!!!!

Our Forrest

i've witnessed so many forrest damaged through my journey from Kota Nopan (North Sumatra) to my father's hometown (Sidimpuan, North Sumatra)
I wished we're not too greedy and hungry that we harm our and our beloved ones' life....

Jumat, 25 Januari 2008

(Akibat) Selingkuh

Beberapa hari yang lalu, gue nonton acara cerita pagi di transtv, jarang banget gue nonton acara ini, tapi kebetulan sambil siap-siap mau berangkat, sekilas nonton...
anyway, acara itu menceritakan beberapa kisah perselingkuhan yang berakhir sangat buruk. Yang satu pelaku selingkuh akhirnya dibakar sama istrinya, yang satu lagi pasangan selingkuh istrinya lehernya di-cutter sama sang suami. sebenernya banyak banget cerita-cerita perselingkuhan yang jalannya dan endingnya buruk. Oiya, kasusnya mayang sari juga gitu ya, anak-anaknya BT ngamuk. Seorang teman yang sangat cerdas dan gue cukup kagum dengan kreativitasnya, mukanya mungkin hilang karena selingkuh....

Senin, 17 Desember 2007

Falling in Love....Again



You know what, being a mother and having a child/children is like falling in love again.......

Kamis, 13 Desember 2007

What happen to the love after marriage...?

Sebagian besar bilang cinta akan hilang setelah beberapa lama bersama-sama. Getar cinta, binar-binar dan sinaran cinta di mata kekasih bisa menghilang. Sebagian lagi mungkin akan bilang cinta bertransformasi menjadi hanya rasa sayang, seperti sayang untuk teman, seperti sayang untuk kakak atau adik, tetapi rasa deg-degan ketika bertemu kekasih, canggung ketika bersama, dan malu-malu ketika bersamanya akan lenyap perlahan-lahan seiring dengan berjalannya waktu. Sebagian lagi malah bilang cinta sudah menguap sama sekali.
Rutinitas kemudian menjadi sesuatu yang sangat membosankan, menjadi momok, menjadi sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, sehingga bisa dijadikan alasan oleh seseoran untuk mencari ”hiburan” dari tempat (baca=orang) lain.
Kemudian apalagi yang tersisa dan yang membuat seseorang tetap bertahan di dalam lingkaran perkawinan. Menurut saya RASIONALITAS. Ketika rasional seseorang mendominasi, hal-hal buruk seperti perselingkuhan tidak akan terjadi.
Sayangnya, tampaknya rasional ini lebih banyak dipunyai perempuan. (Salah kalau dibilang perempuan lebih punya emosi daripada rasio, sedangkan laki-laki sebaliknya). Perempuan ketika akan selingkuh dari suaminya pasti banyak pertimbangannya, nanti anaknya beginilah, nanti teman-teman bilang begitulah, keluarga begini, suami begitulah, dan lain-lain. Tetapi laki-laki sepertinya tidak seperti itu. Ini bisa dilihat bahwa laki-lakilah yang lebih banyak selingkuh dibanding perempuan.
Kemudian yang menjadi korban dari kebodohan itu adalah perempuan yang kemudian berimbas pada anak dari hasil cinta mereka (dahulu...). Perempuan akan mulai berpikir, apa yang salah dengan dirinya, apa yang kurang dari dia, apa dia kurang cantik, apa dia kurang kurus, apa dia kurang muda, apa dia kurang melayani, apa dia membosankan.


Kemudian sang anak akan merasa tertipu, hatinya hancur, apalagi kalau anak perempuan (anak perempuan biasanya mengidolakan ayahnya dan ingin kalau punya suami seperti ayahnya...). kemudian kalau laki-laki tidak bisa melepaskan diri dari jerat perselingkuhan, dan malah menjatuhkan talak pada istrinya, keluarga akan hancur-lebur. Harga diri peerempuan terkoyak koyak, banyak yang kemudian menjadi depresi dan tidak percaya diri.

Anak-anak bertanya-tanya, kenapa ayahnya meninggalkannya, apa ayah tidak mencintainya, apa karena dia nakal, apa karena dia tidak mau makan, apa karena dia kurang pintar di sekolah, apa karena dia tidak cantik, kenapa ayah meninggalkan ibu, kenapa ayah tidak mencintai ibu. Lantas, di kemudian hari ketika si-anak sudahh dewasa, dia akan berpikir sejuta kali untuk menikah. Apakah laki-laki yang dicintainya benar-benar mencintainya, apakah laki-laki yang dicintainya bisa terus mencintainya, apakah laki-laki itu tidak akan mengecewakannya, bisakah laki-laki itu menjaga hatinya, menjaga cintanya, menjaga nafsunya. Kemudian ketika menikahpun si-anak tidak akan terlepas dari traumanya dahulu, dan masih membawa-bawa trauma itu ke dalam kehidupan tumah tangganya. Dia bisa menjadi sangat protektif (baca=mengekang) terhadap suaminya, lantas menularkan rasa tidak percaya diri pada anaknya

Kamis, 06 Desember 2007

poligami2...aa gym...

Capeeekkk dehhhh...denger aa gym semalem di kick andy....
Susah ya, abis dia nyamain tindakannya berpoligami dengan tindakan seorang ibu yang memvaksinasi anaknya dengan vaksin. SAKIT TAPI BERMANFAAT BESAR, kalo itung-itungan kedokterannya, BENEFIT MELEBIHI RISK....apa iya???????
Aa gym gak semuanya negatif menurut gue, ada bagusnya jadi orang seperti Aa Gym, dia selalu bisa mencari sisi baik dari sesuatu...tapi, gak tau kenapa, mungkin karena perasaan subjektif gue sudah sangat bermain, hikmah2 yang Aa gym tarik dari "episode" hidupnya ini kedengeran "fals" buat gue.
Dan akhirnya lagu "jagalah hati" kedengeran jadi minor-minor dan kelihatan banget penonton acara itu pun gak antusias nyanyiinnya....sama gak antusiasnya gue meresapi kata-kata Aa gym yang kedengerannya terlalu di"bijak-bijakan"....
Sorry...