Rabu, 30 Desember 2009

Negri Merah-Putih


Buatku, rumput tetangga tidak pernah lebih hijau dari rumputku. Mau di negara yang lebih poor dari negaraku atau yang lebih beradab, tetap saja negri sendiri lebih nyaman buatku dan membuatku lebih bersyukur dilahirkan di negri merah-putih. Bagaimanapun kondisi, situasi, dan orang-orang di dalamnya sudah berubah. Meskipun menghela nafas, mengurut dada, memaki yang kudedikasikan untuk negriku kadang kulakoni.
Dan...tiap malam kunyanyikan bersama Rava "lagu tentara" (sebut Rava), yang diajarkan sang kakek padanya. Berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira, di seluruh pantai Indonesia, Kau tetap pujaan bangsa, siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membela, sang merah putih yang perwira, berkibarlah slama-lamanya....

Sabtu, 06 Desember 2008

Belajar Cinta Lagi

Berada di Dhaka dan salah satu desa di Banglades membuat gue cukup merenung. Hey, Indonesia and Jakarta were not that bad...in fact, at that time I miss it!!! Jakarta dengan kemacetannya dan gedung-gedung tinggi yang semakin "too much" menurut gue, yang sering membuat sebal, kesal, dll, ternyata tetaplah kota tinggal gue, dan harus gue akui I love it!!! Lucu deh...kita memang sering menyadari kalau kita mencintai sesuatu setelah sesuatu itu tidak dekat dengan kita. Pada akhirnya gue ingin belajar mencintai lagi Indonesia dan Jakarta

Senin, 24 November 2008

Body Shop

Kemaren malam jalan sama QQ ke GI, mampir di Body Shop. Jadi inget jaman masih kuliah dulu, dimana temen2 gue punya koleksi body shop, dari handbody, lipgloss sampe pengilap kuku. Gue gak punya lah....bisa kuliah aja udah syukur banget...tapi, sekarang. fortunately lumayan bisa mengakses koleksi body shop...hehehe...hidup memang menyenangkan...

Kamis, 06 November 2008

Banyak Doa Indah dan Mop di Tanah Papua...

Baru saja selesai membantu pelatihan untuk tenaga kesehatan di Papua. Gue selalu merasa senang bertemu dengan tenaga kesehatan di tanah Papua. Banyak dari mereka yang memang tulus melayani, keinginan belajarnya juga tinggi, dan rendah hati, meskipun pengalaman mereka dahsyat...Waktu berdoa yang paling gue tunggu2...kalau pelatihan di papua, gue menyiapkan waktu khusus di pagi dan sore hari untuk berdoa. Kenapa? gue suka doa mereka...indah...semua didoakan, fasilitator, panitia, hotel, petugas hotel, dll....seneng banget ya dengan orang2 yang memang greatful!!!

selain doa, mereka juga punya banyak mop alias cerita lucu. Fasilitator gak usah repot2 menyiapkan ice breaker, karena teman papua suka mop, tinggal minta satu orang untuk mop, beres sudah!!!!

Senin, 20 Oktober 2008

Tentang Tuhan dan Temans

hmm...ada dua hal penting yang udah lama banget gue lupain:
1. Tuhan
2. Teman
Gue terlalu percaya diri, kalau gue bisa menyelesaikan semuanya sendirian. Girl, c'mon!!! itu salah banget....it's not that gue gak berteman, gue punya teman, untuk hang-out, ketawa-ketiwi, tapi udah lama banget gue gak memfungsikan mereka saat gue lagi "down". Kalau Tuhan, well, this is difficult....udah lama banget gue gak punya connection sama Dia.
Anyway, this has been a very valuable week....gue mulai belajar lagi membuat connection dengan Tuhan, and honestly it works....gue memang bisa datang ke Dia dalam keadaan sulit...it really helps...bikin enteng...
Temans....i do can count on you girls!!!! Thanks a lot, for be there for me when i need ya!!! makasih untuk segelas besar kopi, setangkup sandwich, sepiring pasta, segelas es krim, yang sangat melunturkan my pain.....thanks juga untuk yahoo messenger....
Gue akan hidup dengan cara yang berbeda mulai hari ini!!!!

Rabu, 18 Juni 2008

Did I Marry the Right Person

Ini diambil dari kiriman email melalui milis dari seorang teman, menurut gw cukup "kena", dan penting banget buat y'all yang sudah menikah....

"Apakah saya menikah dengan orang yang tepat". Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tibamelontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "bagaimana saya tahu kalosaya menikah dengan orang yang tepat?"
"Inilah jawabanya! SETIAP ikatan memiliki SIKLUS. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan. Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun Makanya dikatakan "jatuh" cinta! Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta"Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda. Jatuh cinta itu mudah..Sesuatu yang pasif dan spontan.Tapi? Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya. Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..Nah Lho! Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupunhal-hal yang menyolok lainnya.Tapi tau ngga?!Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri. Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akanmengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda). Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang. Itu adalah siklus...Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT,NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..! Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi! Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. Cinta bukanlah MISTERI. Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH".Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION,dan bukan cuma PERASAAN...!Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya. Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya.