Rabu, 20 Januari 2010

Hari Besar Untukku..

Ini hari besar untukku (untuk rava juga, tapi mungkin maknanya tidak sebesar hari ini bagiku...tak tau juga...:)), karena baru saja selesai mengantar hatiku di hari pertama sekolahnya, di tempat yang asing baginya, bahkan bagiku...
hff....nervousnya sudah dari bulan lalu...hmm, namanya orang tua, dari urusan makannya gimana, sampe ke toiletnya nanti gimana, pake bajunya, celananya, dan sepatunya nanti gimana, jadi big deal banget!!! Di sini menjadi bigger deal karena beda budaya, beda agama, beda habbit. Misalnya aja, toilet habbit, kita kan terbiasa klo ke toilet, ya dibersihin pake air seember (lebayy...banyak lah pokoknya...), bukannya pake tissue...iuhh!!
Akhirnya memang harus ikhlas, pasrah dan percaya aja sama anak kita, kalau dia bisa dan punya mekanisme coping sendiri...karena keep worrying will not help...hehe...yang tinggal saat selesai mengantarnya, ada rasa haru campur bangga...hmm...(setuju gak parents??)
hh...jadi merasakan dan mendalami perasaan orang tuaku di hari pertamaku SMP (hahaha...telat ya??, karena sejak SMP baru aku gak diantar lagi...), hari pertamaku di SMA, kuliah, jaga klinik, dan saat mengantarku ke sini, di tempat yang asing bagiku, bahkan bagi mereka....

miss you, ayah, ibu, mak iti dan abangku tercinta....

Rabu, 30 Desember 2009

Pak Gus Dur yang Kukenang

Pak Gus Dur...hmm, I know, harusnya gak usah pake Pak, tapi, buatku rasanya janggal menyebut beliau hanya dengan Gus, jadilah kusebut beliau Pak Gus Dur. Bukan mau sok kenal ataupun sok dekat dengan sosok Gus Dur, tapi, memang "bukan kebetulan" (kenapa bukan kebetulan? di catatan lain lah ceritanya...:)) abangku satu-satunya jatuh cinta dengan anak ketiga Pak Gus Dur dan menikahinya, maka jadilah kami beripar. Jadi, catatan ini hanya catatan tentang Pak Gus Dur dari orang yang hanya meng"intip-intip" dari jauh.... :)
Padaku, Pak Gus Dur mencontohkan bagaimana menjaga silaturahmi dengan baik, gimana tidak, hal mengejutkan pertama bagi keluarga kami adalah ketiga Pak Gus Dur dan keluarga berkunjung ke rumah kami untuk berkenalan (sebelum pernikahan)...hmm...kami kalang-kabut....waduh, gimana mungkin pak gus dur dan bu shinta datang ke gang sentiong? gimana parkirnya? gerah gak ya di rumah, pintu rumah cukup lebar gak ya? rumah cukup pantas gak ya? makannya apa ya? tetangga heboh gak ya?? hahaha...hal2 seperti itulah...tapi, semua berjalan baik, karena intinya memang bukan rumah yang ber-AC, berpintu lebar, pantas dan makanan enak...dan...pastinya bukan sekali itu aja beliau mengunjungi gang sentiong ataupun mengunjungi besannya, pernah sekali waktu ibu dirawat di RS, beliau yang juga baru pulang rawat rumah sakit datang mengunjungi, beliau yang masih lemah tidak banyak bicara, tapi, pastinya membuat ibuku berbunga-bunga, dan aku petik teladan...
Tiga bulan yang lalu, saat Idul Fitri, satu hari sebelum keberangkatanku ke LA, kami sempat bertemu dan aku dapat "restu" Pak Gus Dur, dan Doanya...Hehehe...untuk sebagian politisi dapat "restu" Gus Dur gimanaaaaa gitu..... Selamat Jalan Pak Gus Dur, semoga duniamu yang di sana adalah dunia yang lebih indah dan lebih baik, dunia yang kamu impikan.... !!!

Negri Merah-Putih


Buatku, rumput tetangga tidak pernah lebih hijau dari rumputku. Mau di negara yang lebih poor dari negaraku atau yang lebih beradab, tetap saja negri sendiri lebih nyaman buatku dan membuatku lebih bersyukur dilahirkan di negri merah-putih. Bagaimanapun kondisi, situasi, dan orang-orang di dalamnya sudah berubah. Meskipun menghela nafas, mengurut dada, memaki yang kudedikasikan untuk negriku kadang kulakoni.
Dan...tiap malam kunyanyikan bersama Rava "lagu tentara" (sebut Rava), yang diajarkan sang kakek padanya. Berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira, di seluruh pantai Indonesia, Kau tetap pujaan bangsa, siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membela, sang merah putih yang perwira, berkibarlah slama-lamanya....

Sabtu, 06 Desember 2008

Belajar Cinta Lagi

Berada di Dhaka dan salah satu desa di Banglades membuat gue cukup merenung. Hey, Indonesia and Jakarta were not that bad...in fact, at that time I miss it!!! Jakarta dengan kemacetannya dan gedung-gedung tinggi yang semakin "too much" menurut gue, yang sering membuat sebal, kesal, dll, ternyata tetaplah kota tinggal gue, dan harus gue akui I love it!!! Lucu deh...kita memang sering menyadari kalau kita mencintai sesuatu setelah sesuatu itu tidak dekat dengan kita. Pada akhirnya gue ingin belajar mencintai lagi Indonesia dan Jakarta

Senin, 24 November 2008

Body Shop

Kemaren malam jalan sama QQ ke GI, mampir di Body Shop. Jadi inget jaman masih kuliah dulu, dimana temen2 gue punya koleksi body shop, dari handbody, lipgloss sampe pengilap kuku. Gue gak punya lah....bisa kuliah aja udah syukur banget...tapi, sekarang. fortunately lumayan bisa mengakses koleksi body shop...hehehe...hidup memang menyenangkan...

Kamis, 06 November 2008

Banyak Doa Indah dan Mop di Tanah Papua...

Baru saja selesai membantu pelatihan untuk tenaga kesehatan di Papua. Gue selalu merasa senang bertemu dengan tenaga kesehatan di tanah Papua. Banyak dari mereka yang memang tulus melayani, keinginan belajarnya juga tinggi, dan rendah hati, meskipun pengalaman mereka dahsyat...Waktu berdoa yang paling gue tunggu2...kalau pelatihan di papua, gue menyiapkan waktu khusus di pagi dan sore hari untuk berdoa. Kenapa? gue suka doa mereka...indah...semua didoakan, fasilitator, panitia, hotel, petugas hotel, dll....seneng banget ya dengan orang2 yang memang greatful!!!

selain doa, mereka juga punya banyak mop alias cerita lucu. Fasilitator gak usah repot2 menyiapkan ice breaker, karena teman papua suka mop, tinggal minta satu orang untuk mop, beres sudah!!!!